Kamis, 30 Juli 2009

peran peneliti

Setelah mengkaji pendekatan dan jenis penelitian, maka keberhasilan penelitian sangat tergantung pada peran peneliti. Peran dan keterlibatan langsung peneliti sangat diharapkan karena suatu keberhasilan dalam penelitian sangat tergantung pada peran peneliti. Sifat penelitian kualitatif adalah keterlibatan langsung peneliti dilapangan. Peneliti menilai bahwa penelitian suatu kasus jika ingin kasusnya berhasil, diharapkan peneliti mampu menguasai dan menggunakan berbagai macam alat bantu yang digunakan untuk menggapai suatu penelitian agar penelitannya berhasil maksimal. Tidak cukup sekali, sehari, seminggu, atau setahun bahkan bisa juga penelitian itu dilakukan beberapa kali bahkan berpuluh-puluh tahun.

Peneliti yang benar-benar ingin mengetahui berbagai macam persoalan dalam suatu permasalahan tertentu hingga sedetail-detailnya maka akan memakan banyak waktu. Agar hasilnya maksimal ia juga harus bisa dan mau ikut terjun langsung ke lapangan. Peneliti yang mau ikut terjun kelapangan dan mampu menjadi bagian dari lapangan akan mengetahui bagaimana keadaan yang sebenarnya (realitas yang ada). Sehingga permasalahan yang akan diteliti benar-benar sesuai dengan apa yang terjadi dan tidak menyimpang serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya Keterlibatan langsung peneliti di lapangan sangat diharapkan demi tercapainya proses penelitian yang lebih baik. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen dan sekaligus sebagai perencana, pelaksana, pegumpul data, analis, penafsir data, dan pelapor penelitian.

Moelong (2002) menjelaskan bahwa ciri peneliti sebagai instrument yaitu:

Responsif, dapat menyesuaikan diri, menekankan keutuhan, mendasarkan diri atas perluasan pengetahuan, memproses data secepatnya, memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasikan, dan memanfaatkan kesempatan untuk mencari respon yang tidak lazim dan idiosinkratik.

Dari kutipan di atas dapat dikatakan bahwa ciri peneliti sebagai instrumen yang responsif. Karena manusia sebagai alat responsif terhadap lingkungan dan terhadap pribadi-pribadi yang menciptakan lingkungan itu. Dan sebagai manusia ia bersifat interaktif atau saling berinteraksi antara satu dengan lainnya karean manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain. Dan di sini peneliti harus bisa menyesuaikan diri pada saat pengumpulan data.

Peneliti sebagai instrument memanfaatkan imajinasi dan kreativitasnya serta memandang dunia sebagai suatu keutuhan. Jadi sebagai konteks yang berkesinambungan dimana mereka memandang dirinya sendiri dan kehidupannya sebagai suatu yang nyata, benar dan punya arti.

Peneliti pada waktu melakukan fungsinya sebagai pengumpul data dengan menggunakan berbagai methode dengan dibekali pengetahuan dan latihan-latihan yang diperlukan untuk sebuah penelitian. Kemampuan lain yang dimiliki pada peneliti sebagai insrument adalah memproses data secepatnya setelah diperolehnya, menyusun kembali, mengubah arah inkuiri atas dasar temuannya, merumuskan hipoteses sewaktu berada di lapangan dan mengetes hipotesis itu pada respondennya, menejelaskan sesuatu yang kurang dipahami oleh klien serta menggali informasi yang lain dari yang lain yang tidak direncanakan semula, yang tidak di duga terlebih dahulu atau yang tidak lazim terjadi.

kualitatif

Manurut J. Lexly Moloeng (2002) mendefinisikan Penelitian kualitatif bahwa :

"Penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam i1mu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya dan dalam paistilahannya".

Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. www.wikipedia.org/Penelitian kualitatif.

Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.

Dasar penelitian ini adalah kualitatif adalah menekankan pada orientasi teoritis, artinya lebih berorientasi untuk mengembangkan atau membangun teori-teori. Oleh karena itu penelitian deskriptif kualitatif lebih menggambarkan cara hidup subjek penelitian sesuai dengan persepsi, pemahaman dan interpretasi mereka sendiri sehingga penelitian deskriptif yaitu berupa kata-kata atau gambaran yang berasal dari data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi.