Sabtu, 01 Agustus 2009

kelebihan dan kelemahan dokumentasi

Metode dokumentasi sebagai metode pengumpulan data mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

1. Metode ini dapat memberikan gambaran berbagai informasi tentang siswa pada waktu yang sudah lampau (yang direkam atau didokumentasikan)

2. Berbagai informasi tentang siswa tersebut merupakan bahan kajian yang dapat menghubungkan keadaan siswa dengan masa lauinya, apakah keadaan sekarang disebabkan oleh hal yang sudah lalu atau tidakkah

3. Metode ini dapat merekam berbagai jenis data tentang siswa: identitas siswa, identitas orang tua, keadaan dan latar belakang keluarga, lingkungan sosial, data psikis, prestasi belajar, data pendidikan dan data kesehatan jasmani, dan sebagainya.

Dari data dokumentasi di atas yang menjadi data pokok dari peneliti adalah dokumentasi untuk melengkapi data yang dapat dipertanggung- jawabkan.

Selain memiliki kelebihan, metode dokumentasi juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu:

1. Pencatatan dalam dokumen perlu disikapi dengan kritis, apakah pencatatan yang dilakukan terhadap siswa valid ataukah tidak.

2. Jika ada pencatatan yang tidak lengkap karena sesuatu hal, disengaja atau tidak disengaja, penggunaan dokumen dapat menyesatkan dalam memahami siswa.

Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam dokumentasi yaitu :

1. Seorang peneliti harus jeli dan teliti ketika mencatat dalam dokumen sehingga kesalalahan dalam penulisan data yang bisa menyesatkan bisa terhindari.

Dalam penulisan data harus dievaluasi terlebih dahulu agar apabila menemukan kesalahan penulisan ataupun mendokumentasikan data diperbaiki sebelum dipublikasikan.

Dokumentasi

Semua data yang dilakukan untuk sebuah penelitian diharapkan mampu menunjang keberhasilan dalam sebuah penelitian yang menentukan hasil akhirnya. Namun data-data seperti wawancara, observasi kurang lengkap jika belum terdokumentasikan. Karena belum bisa menjadi data yang otentik. Dalama sebuah penelitian dokumentasi perlu dilakukan guna melengkapi data yang kurang. Dengan data dokumentasi segala macam permasalahan yang muncul bisa terlihat dengan baik oleh peneliti dan tidak dikatakan bahwa penelitiannya mengada-ngada. Oleh karena itu dokumentasi sangat diperlukan bagi soeorang peneliti.

Dokumentasi adalah penyelidikan, pengumpulan, penguasaan, pengawetan, penyusunan, pemakaian dan penyediaan dokumen, dengan maksud untuk mendapatkan keterangan-keterangan dan penerangan-penerangan pengetahuan dan bukti, dalam hal ini termasuk kegunaan dari arsip dan perpustakaan (E. Martono).

Menurut Suharsimi Arikunto, menjelaskan teknik dokumentasi adalah mencari data mengenai hal - hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip nilai, buku, surat kabar, majalah. prasasti. agenda untuk memperoleh keterangan yang terwujud data yang berkaitan dengan klien yang diteliti.

Tujuan dari dokumentasi adalah untuk melengkapi data yang belum dikemukakan oleh informan dan untuk mengetahui seberapa besar data tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Metode dokumentasi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data peserta didik melalui buku pribadi. buku induk siswa. hasil tes psikologis dan hasil belajar peserta didik.

kelebihan dan kelemahan observasi

Menurut (Djumhur dan Moh. Surya) selain memiliki kelebihan, observasi juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu:

1. Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia

2. Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi

3. Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol

4. Subjektifitas observer sukar dihindarkan

Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam observasi yaitu :

1. Data-data yang belum terungkap bisa kita resume guna menambah kelengkapan data yang akan kita gunakan. Setelah data-data yang teresume tersebut sudah selesai kita bisa meminta bantuan misalnya dari keluarga, teman-temannya, sahabat dekatnya.

2. Sebagai seorang peneliti harus benar-benar bisa menjaga kerahasiaan dirinya, ini dimungkinkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya jika identitas observer terbongkar maka pihak yang diteliti merasa tidak nyaman dan akan menghindar dari penelitian yang dilakukan observer yang nantinya akan menghambat proses observasi.

Observasi

Mengabdi pada tujuan - tujuan research yang telah dirumuskan dan direncanakan secara sistematis, bukan terjadi secara tidak teratur, serta dicatat dan dihubungkan secara sistematis dengan proporsi yang lebih umum. tidak hanya dilakukan unluk memenuhi semata-mata rasa ingin tahu.

Menurut (Djumhur dan Moh. Surya, 1975) tujuan observasi yaitu membantu peneliti untuk menentukan data mengenai subjek penelitian beberapa keuntungan observasi sebagai metode pengumpulan data antara lain :

1. Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku.

2. Bagi observant (yang diobservasi) hal ini lebih meringankan dibandingkan apabila mereka disuruh mengisi angket utau menjawab pertanyaan.

3. Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting.

4. Observasi dapat merupakan teknik untuk mengecek data yang diperoleh dengan teknik lain, seperti wawancara, angket dan sebagainya.

5. Dengan observasi, observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data.

6. Dengan observasi dapat diperoleh data gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung

kelemahan dan kelebihan wawancara

Manurut (Djumhur dan Moh. Surya) Selain memiliki kelebihan, wawancara juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu:

1. Memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar

2. Sangat tergantung pada individu yang akan diwawancarai

3. Situasi wawancara mudah dipengaruhi lingkungan sekitar

4. Menuntut penguasaan keterampilan bahasa yang baik dari interviewer

5. Adanya pengaruh subyektif pewawancara yang dapat mempengaruhi hasil wawancara

6. Adanya pengaruh subjektifitas dari interviewer terhadap hasil wawancara

Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam wawancara yaitu :

1. Kondisikan keadaan agar lebih baik sehingga tidak terpengaruh keadaan lingkungan yang kurang baik.

2. Bahasa yang digunakan bisa disesuaikan dengan klien agar klien mengerti dan faham.

3. Minimalkan waktu, tenaga, dan biaya yang ada.

Hal-hal yang diperhatikan dalam wawancara

Menurut Bimo Walgito (2005) Agar wawancara dapat mencapai hasil yang baik perlu adanya beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengadakan wawancara :

1. Orang yang akan mengadakan wawancara harus mempunyai latar belakang tentang apa yang akan ditanyakan, karena yang akan ditanyakan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, agar wawancara dapat berlangsung dengan lancar, sistematis, dan teratur.

2. Pewawancara harus menjelaskan dengan sebaik-baiknya apa maksud serta tujuan dari wawancara tersebut.

3. Dalam wawancara harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik. Hubungan baik ini merupakan sumbangan yang besar di dalam jalannya atau hasil wawancara yang akan dapat dicapai.

4. Pewawancara atau pembimbing harus mempunyai sifat dapat dipercaya. Rahasia dari individu yang diwawancarai atau klien harus dapat disimpan dengan baik, sebab kalau tidak demikian, kemungkinan klien tidak akan mengutarakan sesuatu kepada wawancara dengan terbuka.

5. Pertanyaan hendaknya diajukan dengan hati-hati, teliti dan kalimatnya harus jelas.

6. Harus dijaga jangan sampai ada hal-hal yang mungkin mengganggu jalannya wawancara. Bila ada hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu, sebaiknya hal-hal tersebut disingkirkan lebih dahulu.

7. Bahasa yang digunakan oleh pewawancara harus disesuaikan dengan kemampuan yang diwawancarai.

8. Sekalipun pertanyaan-pertanyaan telah dipersiapkan terlebih dahulu supaya sistematis, tetapi didalam memberikan pertanyaan-pertanyaan jangan sampai kaku, masing-masing pertanyaan dapat diperluas kepada hal-hal yang berhubungan dengan pertanyaan itu.

9. Pewawancara atau pembimbing harus menjaga jangan sampai ada waktu diam yang terlalu lama. Hal yang demikian akan mematikan suasana wawancara.

10. Pewawancara harus mengadakan kontrol di dalam wawancara. Kalau ada hal-hal yang bertentangan satu dengan yang lainnya perlu pewawancara mencari ketegasan.

11. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengadakan kontrol di ajukan setelah wawancara sampai kepada suatu titik tertentu. Jadi jangan sampai memotong pembicarann, karena ini akan mengganggu jalannya wawancara.

12. Lamanya waktu wawancara sebenarnya tergantung, kepada masalahnya. Tetapi pada umumnya wawancara yang terlalu lama akan melelahkan kedua belah pihak. Karenanya waktu wawancara sekitar 30 menit merupakan waktu yang cukup.

Bagian-bagian Wawancara

Wawancara terdapat bagian-bagian tertentu yang dapat dipandang sebagai bagian-bagian dari wawancara Bimo Walgito (2005) :

1. Permulaan atau Pendahuluan wawancara.

Pada bagian ini terutama ditujukan untuk mendapatkan hubungan yang baik ( dalam mengadakan kontak pertama ) antara interviewer dengan interviewee dan biasanya diisi dengan menyampaikan maksud dan tujuan dari interview itu. Peranan bagian ini penting, karena dengan mengadakan kontak yang pertama ini akan memberikan gambaran tentang jalannya interview selanjutnya. Kalau telah terjadi hubungan yang baik dan timbul perasaan saling mempercayai, maka hal ini telah merupakan sumbangan yang besar artinya dalam perkembangan interview selanjutnya.

2. Inti Interview.

Bagian ini merupakan bagian di mana maksud serta tujuan interview harus dapat dicapai. Bila maksud dari interview untuk mengumpulkan data tentang latar belakang sosial, maka pada bagian ini maksud itu harus bisa dicapai.

3. Akhir Interview

Bagian ini merupakan bagian di mana interview mulai berakhir. Interview dapat ditutup dengan mengadakan penyimpulan tentang apa yang telah dibicarakan ( misalnya : dalam konseling interview ). Kadang-kadang interview ditutup dengan menentukan waktu kapan interview itu akan dilanjutkan lagi, bila masih dibutuhkan mengadakan interview lagi.